Aborsi dan Peran Perawat Islam dalam Mencegah Aborsi

Aborsi 1

Sungguh mengkhawatirkan pergaulan zaman sekarang. Laki-laki dan perempuan sudah tidak ada batasan dalam bergaul. Hal ini akibat hilangnya nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat, ditambah dengan gencarnya media yang menawarkan kehidupan glamor, bebas dan serba hedonis yang menyebabkan generasi muda terseret dalam jurang kehancuran.

Pacaran sudah menjadi aktivitas yang lumrah, bahkan sebagian orang tua minder dan merasa malu jika anaknya tidak mempunyai pacar. Menurut pandangan mereka, orang yang tidak pacaran adalah orang yang tidak bisa bergaul dan masa depannya suram serta susah mencari jodoh. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya melakukan hubungan seks di luar pernikahan dan hamil, kemudian berakhir dengan pengguguran kandungan dengan paksa atau aborsi.

Aborsi 2

Definisi

Aborsi berasal dari bahasa latin Abortus provocatus yang artinya pengguguran janin secara sengaja. Aborsi atau Abortus provocatus adalah dikeluarkannya janin dari rahim sebelum waktunya (Kusmariyanto, 2002: 203). Pengertian itu maksudnya bahwa keluarnya janin secara sengaja dengan melibatkan tangan manusia dapat melalui beberapa cara, seperti mekanik, obat atau yang lainnya.

Menurut medis, aborsi dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Aborsi spontan (Abortus Spontaneus), yaitu aborsi secara secara tidak sengaja dan berlangsung alami tanpa ada kehendak dari pihak-pihak tertentu. Masyarakat mengenalnya dengan istilah keguguran.
  2. Aborsi buatan (Aborsi Provocatus), yaitu aborsi yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan tertentu. Aborsi Provocatus ini dibagi menjadi dua :
  3. Jika bertujuan untuk kepentingan medis dan terapi serta pengobatan, maka disebut denganAbortus Profocatus Therapeuticum.
  4. Jika dilakukan karena alasan yang bukan medis dan melanggar hukum yang berlak, maka disebutAbortus Profocatus Criminalis

 Legalitas Aborsi dalam Kondisi Khusus

UU No. 23 Tahun 1992 dalam Pasal 15 Ayat (1) menyebutkan, dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu.

Ayat (2) menyebutkan tindakan medis tertentu dapat dilakukan :

  1. Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut.
  2. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kemampuan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta pertimbangan tim ahli.
  3. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan serta suami dan keluarga.

Aborsi 5

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Aborsi dalam Pandangan Hukum Islam

Agama Islam melarang abortus provocatus. Abdurrahman Al Baghdadi menyebutkan, “Aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan”. Jika dilakukan setelah ditiupkannya ruh, yaitu setelah 4 bulan masa kehamilan, maka semua ulama fiqih (fuqaha) sepakat akan keharamannya.

Namun, para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. Ada yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. Ada pula yang memandang makruh karena janin sedang mengalami pertumbuhan. Ada yang mengharamkan karena sejak bertemunya sel sperma dengan sel telur sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan menjadi makhluk bernyawa.

Aborsi 3

Di dalam teks-teks Al-Qur’an dan Hadits tidak didapati secara khusus hukum aborsi, tetapi yang ada adalah larangan untuk membunuh jiwa orang tanpa hak, sebagaimana firman Allah SWT :

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dan dia kekal di dalamnya, dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yang besar”. (QS. An-Nisa’: 93)

 “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar…”(QS. Al-Israa’: 33)

“…Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka…” (QS. A-An’am: 151)

“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir : 8-9)

Begitu juga hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

إِنََّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari kedua, terbentuklah  segumlah darah beku. Ketika genap empat puluh hari ketiga , berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus malaikat   untuk meniupkan roh, serta memerintahkan untuk menulis empat perkara, yaitu penentuan rizki, waktu kematian, amal, serta nasibnya, baik yang celaka, maupun yang bahagia.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Pandangan Perawat Islam terhadap Aborsi

Kasus aborsi merupakan sebuah dilema bagi seorang perawat Islam karena profesi keperawatan mewajibkan anggota profesinya untuk melindungi klien dalam usaha advokasi. Dalam beberapa kejadian, dapat ditemukan kasus yang mengharuskan perawat atau tenaga kesehatan lainnya untuk menggugurkan janin dalam upaya penyelamatan nyawa ibunya.

Aborsi 4

Sebagai perawat profesional, meskipun aborsi dilarang oleh agama, tapi perlu ada pengecualian bagi kasus-kasus tertentu. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perawat Islam dalam menghadapi masalah aborsi, di antaranya yaitu :

  1. Menolak secara baik-baik apabila ada yang ingin melakukan aborsi.
  2. Berikan penjelasan bahwa aborsi itu haram dilakukan kecuali ada alasan tertentu yang bisa membolehkan.
  3. Beritahukan bahwa bayi yang akan diaborsi itu sungguh sangat berharga dan tidak berdosa.
  4. Jelaskan apa akibat seseorang apabila melakukan aborsi dan apa dampak dia di kemudian hari. 

Kesimpulan :

Para ulama sepakat bahwa Abortus Profocatus Criminalis, yaitu aborsi kriminal yang menggugurkan kandungan setelah ditiupkan roh ke dalam janin tanpa suatu alasan syar’i hukumnya adalah haram dan termasuk katagori membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT.

Adapun aborsi yang masih diperselisihkan oleh para ulama adalah Abortus Profocatus Therapeuticum, yaitu aborsi yang bertujuan untuk penyelamatan jiwa, khususnya janin yang belum ditiupkan roh di dalamnya.

Sebagai perawat Islam harus bisa mempertimbangkan apakah tindakan aborsi itu baik atau tidak. Hal tersebut bergantung pada faktor penyebabnya, apakah faktor ekonomi pasien, atau faktor kehamilan yang akan beresiko pada nyawa pasien  maupun bayinya.

 Referensi :

Asmarawati, Tina, Dr. Hj., S.H., M.H. 2013. Hukum dan Abortus. Edisi 1. Cetakan 1. Yogyakarta : Deepublish. Hal.26-31.

Zain, Ahmad. 2008. Hukum Aborsi dalam Islam. Didapat dari : http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/258/hukum-aborsi-dalam-islam/ (diakses 22 Juni 2015)

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/136/jtptunimus-gdl-dewiratnas-6782-3-babii.pdf (diakses 22 Juni 2015)

http://lppm.stih-painan.ac.id/kajian-hukum-tentang-aborsi-menurut-kuhp-dan-uu-kesehatan/ (diakses 22 Juni 2015)

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

14 “KEMULIAAN” WANITA MUSLIMAH YANG SEDANG HAMIL

Teman-teman, di sini saya akan sedikit berbagi. Setelah membahas aborsi, saya akan membahas betapa mulianya seorang wanita muslimah yang sedang hamil. Berikut adalah kemuliaan wanita muslimah yang sedang hamil :

  1. Apabila seorang perempuan mengandung dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.
  2. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah SWT.
  3. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, hilanglah dosa-dosanya seperti keadaan ia baru dilahirkan.
  4. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap setegukan dari pada susunya diberi 1 kebajikan.
  5. Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
  6. Rakaat shalat wanita yang sedang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
  7. Wanita yang memberi minum air susu (ASI) kepada anaknya dari dirinya sendiri akan mendapat 1 pahala pada tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
  8. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah SWT seluruh dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
  9. Wanita yang hamil akan dapat pahala jika terus berpuasa pada siang hari.
  10. Wanita yang hamil akan dapat pahala jika terus beribadah pada malam hari.
  11. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa, serta setiap kesakitan pada 1 uratnya Allah SWT mengkurniakan 1 pahala haji.
  12. Sekiranya wanita mati di masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.
  13. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka malaikat-malaikat dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
  14. Jika wanita memberi susu dirinya pada anaknya yang menangis, Allah SWT akan memberi pahala 1 tahun shalat dan berpuasa.

Wallahua’lam bishshawab..Semoga bermanfaat dan menjadi renungan bagi para calon ibu…

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

The Power of Positive Thinking

Positive 3

Hai Sahabat! Kali ini saya akan membahas mengenai Positive Thinking. Sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu, apa itu positive thinking. Nah, di sini terdapat beberapa definisi positive thinking, yaitu :

  1. Menurut Nanda Puspita (2010), positive thinking merupakan sebuah sikap mental yang mempengaruhi kerja suatu pikiran yang biasanya ke arah sesuatu yang positif.
  2. Menurut Dudung Rahmat Hidayat (2007:8), positive thinking (husnuzan) merupakan sikap yang positif dalam memAndang orang lain dan menjauhi prasangka buruk.
  3. Menurut Peale (1977), berpikir positif adalah memandang segala persoalan yang muncul dari sudut pandang yang positif karena dengan berpikir positif individu mempunyai pandangan bahwa setiap hasil pasti ada pemecahannya dan suatu pemecahan yang tepat diperoleh melalui proses intelektual yang sehat.

Setelah kita tahu beberapa definisi positive thinking, tentu kita sebagai perawat haruslah menerapkan sikap tersebut. Mengapa? Karena dengan positive thinking kita bisa lebih optimis dan senantiasa selalu mengambil hikmah dari segala segi kehidupan.

Oh ya, positive thinking bisa dikatakan sebagai tanda bersyukur juga loh. Coba kita kaitkan dengan kegiatan perkuliahan, khususnya keperawatan. Positive thinking dapat membuat kita tenang dalam menghadapi pelajaran. Islam juga mengajarkan kita untuk bersyukur. Kalau kita terus bersyukur, Insya Allah kita akan diberi kemudahan dalam menghadapi ujian, kemudian pikiran kita juga menjadi jernih sehingga belajar pun lebih fokus.

Positive 1

Positive thinking dalam praktik keperawatan sangatlah penting. Mengapa? Karena Monica dan Elisabeth (2011) mengatakan, “The positive thinking isn’t destination. It’s the way of life for nurses.” Jadi betapa pentingnya positive thinking itu dalam keperawatan sehingga dikatakan sebagai jalan hidupnya perawat. Subhanallah sekali!

Lalu bagaimana cara menerapkan positive thinking? Nah, di sini ada beberapa cara untuk melatih positive thinking menurut Joe Ayres (1988), yaitu :

  • Pikirkan bahwa di balik kesulitan ada dua kemudahan. Hal ini jika dikaitkan dengan Islam juga sesuai dengan firman Allah SWT: ”Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Q.S.Asy-Syarh:5-6)

Trust to Allah

  • Pikirkanlah bahwa kita selalu lebih kuat dari masalah. Seperti perkataan orang bijak, ”Jangan mengatakan kepada Allah SWT bahwa kita memiliki masalah besar, tapi katakanlah kepada masalah bahwa kita memiliki Allah Yang Maha Besar”.
  • Pikirkan tentang keuntungan dan biasakanlah untuk mencobanya.
  • Gunakan imajinasi untuk membayangkan bahwa situasi di masa depan akan nyaman dan menguntungkan. Hal ini mengingatkan kita bahwa apa yang kita pikirkan, itulah hasil yang akan kita dapatkan.
  • Gunakan kata-kata positif dalam hati. Ingatlah Kawan, semua hal berawal dari niat. Jika niat kita baik, Insya Allah hasilnya juga akan baik, begitu pula sebaliknya.
  • Lebih banyak tersenyum dari biasanya akan membantu lebih positif. Mengapa harus tersenyum? Karena tersenyum juga termasuk sedekah loh.
  • Abaikan komentar buruk, ketakutan, dan kecemasan orang lain.
  • Gunakan teknik affirmations. Misalnya, seolah kita “sudah sampai di tujuan, sudah wisuda, sudah lulus, dll.”

Oh ya, saya jadi teringat juga perkataan Pembina Rohis ketika saya SMA. Beliau selalu mengatakan kepada kami, ada 3 prinsip dalam doa, yaitu : Berdoa, Mendoakan, dan Meminta Doa. Dengan menerapkan 3 prinsip tersebut, Insya Allah kita akan diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam setiap menghadapi ujian. “Allah SWT tidak akan member suatu ujian melebihi kemampuan hamba-Nya” (Q.S.Al-Baqarah(2):286).

 KT 62

Jadi, mulai sekarang dan seterusnya, mari kita sugestikan otak kita untuk selalu berpikir positif! Jika kita terus berpikir positif, Insya Allah hasilnya sesuai harapan kita. Teruslah mengambil hikmah pada setiap kejadian agar kita bisa menggapai kesuksesan belajar di perguruan tinggi, khususnya keperawatan. Oh ya, jangan lupa juga untuk menerapkan 3 prinsip doa, yaitu Berdoa, Mendoakan, dan Meminta Doa. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ayres, Joe. 1998. Coping with Speech Anxiety : The Power of Positive Thinking. Communication Education Journal. Vol.37, (4), pp.289-296.

Monica and Elisabeth. 2001. Swedish Nurses’s Attitudes, Towards Research, and Development Within Nursing. Journal of Advanced Nursing. Vol.34, (5), pp.706-714.

Peale, N.V. 1977. Cara Hidup dan Berfikir Positif : The Amazing Result Of Positive Thinking. Jakarta: Gunung Jati.

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian III : Pendidikan Disiplin Ilmu. Cetakan II. _______. PT Imperial Bhakti Utama.

http://eprints.uad.ac.id/94/1/Fatwa_Tentama_(Hubungan_antara_Berpikir_Positif_dengan_Penerimaan_Diri_pada_Remaja).pdf

http://nanda.puspita10.student.ipb.ac.id/2010/09/15/positive-thinking/

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Belajar dari Burung dan Cacing

Hai Sahabat! Ini ada sedikit kisah kehidupan. Cobalah untuk direnungkan!

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya ke mana dan di mana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Oleh karena itu, terkadang pada sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan untuk keluarganya, tapi kadang makanan itu hanya cukup untuk keluarganya, sementara ia harus puasa. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa untuk keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus berpuasa.

Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya kantor yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, tapi yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya.

Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada di atas dan di lain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan di lain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk, atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.

Namun, ia adalah makhluk hidup juga dan sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.

Itulah kisahnya. Jadi, kita sebagai manusia harus bisa belajar dari kehidupan burung dan cacing itu. Tetaplah Positive Thinking!! Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar